manusia ???

nih ctt. sebenarnya dah aku tulis di blog-2 ku yang laen. tapi ga papa-lah . aku suka banget ma artikel ini. aku ambil/tulis langsung dari salah satu buku KH Bahaudin Mudhary dari Madura.

Oleh : KH Bahaudin Mudhary

Manusia adalah makhluk yang paling complicated diantara yang lain, yang terdiri dari jasad dan roh (atau mungkin dalam bahasa komputer bisa dikatakan gabungan antara hardware $ software $ brain/otak/akal ). Di kitab al-Qur’an ada menyebutkan bahwa, asal kejadian manusia terdiri dari 7 macam kejadian. Yang semua itu disebutkan dalam :

Pertama : di surat Ar Rahman ayat 14;
Kholaqol insaana min shal-shaalin kal fakhkhaari
“Dia (Dia) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar).
Yang dimaksud dengan kata “shal-shal” di ayat ini ialah:tanah kering atau setengah kering, yakni “zat tembikar” (oksigen).

Kedua :
Di ayat itu juga disebutkan kata “fakhkhar”, yang maksudnya ialah “zat arang” (carbonium).

Ketiga : di surat Al Hijr ayat 28
wa idh qoola robbuka lil malaaikati innii khooliqumm basyaran min shal-shalin min hamaa-in masnuunin
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaiat: “Sesungguhnya Aku (Allah) hendak membuat seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan Lumpur hitam” yang berbentuk” (berupa)”.
Di ayat ini juga disebutkan kata “shal-shal”, yang telah dijelaskan seperti di atas, sedangkan kata “hamaa-in” di ayat tersebut ialah “zat lemas” (nitrogenium).

Keempat : di surat As Sajdah ayat 7 :
……….wabada akhalqa insaani min thien
“……..Dan (Allah) memulai penciptaan manusia dari “tanah”.
Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “atom zat air” (hidrogenium).

Kelima : di surat Ash Shaffaat ayat 11 :
……..innaa khaaloqnaahum min thien nil-laazib
“……..Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan mereka (manusia) dari “tanah liat”. Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) diayat ini ialah “zat besi ferum”.

Keenam : di surat Ali Imran ayat 59 :
……….khaloqahu, min turaabin……..
“……..Dia (Allah) menjadikan Adam, daripada “tanah……..” kemudian Allah berfirman kepadanya “Jadilah engkau, lalu berbentuk manusia”.
Yang dimaksud dengan kata “turab (tanah)” di ayat ini ialah “unsur-unsur zat asli” yang terdapat di dalam tanah, yang dinamai “zat-zat anorganis”.

Ketujuh : di surat Al Hijr ayat 28 :
Faidhaa sawwaiituhu wanafakhtu fiihi min ruuhii…..
“Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (ruh dari padaKu)……”
Ketujuh ayat al Qur’an yang tersebut diatas itulah Allah menunjukkan secara umum proses kejadiannya nabi Adam AS sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan kepadanya (jasad nabi Adam AS) sehingga menjadi manusia yang bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat keenam tentang kata : “turab” (tanah = zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah / zat anorganis). Zat anorganis itu baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “fachchar” (carbonium / zat arang) dengan “shal-shal” (oksigen / zat pembakar) dan “hamaa-in” (nitrogenium / zat lemas) dan “thien” (hidrogenium / zat air).atau untuk lebih jelasnya persenyawaan antara :
  1. fachchar (carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14.
  2. shal-shal (oksigenium = zat pembakar) dalam surat Ar Rahman 14.
  3. hamaa-in (nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28.
  4. thien (hidrogenium = zat air) dalam surat As Sajadah ayat 7.

Kemudian bersenyawa dengan zat besi (ferum), yodium, kalium, silicium, dan mangaan, yang disebut sebagai “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shaffat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai “protein”. Inilah yang disebut “turab” (zat-zat anorganis ) dalam surat Ali Imron ayat 59. Salah satu zat-zat anorganis yang dipandang penting ialah “zat kalium”, yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot.
Zat kalium itu dipandang terpenting Karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “proteinisasi”, menjelmakan “proses pergantian” yang disebut “subtitusi”. Setelah selsesai mengalami sebtitusi, lalu menggempurlah electron-electron sinar cosmis yang mewujudkan sebab pembentukan (formasi), dinamai juga “’sebab ujud” (causa formatis).

Adapun sinar cosmis itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat2 zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmis dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, telinga, hidung dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu membutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubunganya dengan ilmu “metafisika”.
Sudah jelas bagaimana al Qur’an menjelaskan tentang kejadian manusia baik dari segi ilmu urai (anatomi), ilmu kimia, ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.

sebernya masih banyak penjelasan-penjelasan ilmiah seputar kejadian manusia di Al-Qur’an. cman ga sempet nulis /alias lagi males banget…

ThAnK’s FoR All …

2 responses

1 07 2008
ahmad

wah ..sangat bermanfaat …. thank’s banget.

19 04 2010
aziz

asskum ..bole di gabungkan dg ilmu logam.dlm kitap tajul muluk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s